^_^
promote me
Meski waktu tak membalas
Sabtu, 06 Agustus 2011 - Label: #puisi - 0 Comments
mungkin sepasang sayap terbang tidak akan mampu membawa luka ini pergi,
hanya sebuah rasa sesak di dada yang mungkin masih bergulir tiada henti,
mungkin hanya dengan menghitung setiap detik yang pernah terlewatkan dapat mengembalikan setiap peluh dan rasa yang dulu pernah terbuang percuma, sebuah puisi yang banyak menggambarkan titik terjenuh dalam hidpku, dimana hari hari yang ceria kini seperti tertutup awan kelabu.
dia adalah seorang perempuan yang kucinta,
bagiku dialah embun pagi
bagiku dialah mentari hari
baginya aku bangun pagi dan menatap mentari pagi dan tersenyum lagi
dan baginya, bulan malam tersibak menyinari
kuangankan stiap mimpiku padanya
berharap sebuah keajaiban dapat terulang
dialah jawaban atas doaku
dialah jalan keluar dari liku ceritaku
ku tatap langit malam dan bintang pun menari menari
menyambut pergantian hari demi hari
seolah kegirangan yang mungkin hanya terjadi sekali
bagiku dialah musim semi
padang bunga dengan angin semilir menghembus pipi
semerbak harum dari tubuhnya yang tak kan pernah terlupa
membuat diri ini semakin terpana atas keajaiban di depan mata
ternyata kepakan sayapk tidak sia-sia
ternyata dia membalasnya
bak gayung bersambut
dia membalas setiap 'rasa' yang tercipta
kgantngkan hati pada cinta tak bertuan
tanpa keragan dan tanpa alasan
walau hanya berkata 'aku hanya teman'
dia memberi lebih dari sekedar kecupan
darinya kurasakan hangat mentari
dari peluknya kurasakan semilir hangat merambat naik kedalam dada
mencairkan apa yang dulu tlah beku dan selalu berpindah
dari tubuhnya kurasa harum padang bunga
dari suaranya kudengar melodi terindah
dia yang dulu ku cinta,
tanpa keraguan dan tanpa alasan
dia yang dulu ku cinta
belai rambutnya hangatkan dunia
dia yang dulu ku cinta
hangat peluknya yang lelehkan hati di dada
dia yang dulu pernah ku cinta
bahkan hingga kini masih ku rindukan teduh mata coklatnya
dialah jiwa liarku
melali petualangan ku keluar dari liku ceritaku
dan membuat labirin lain,
dia yang membawaku berpetualang kedalam hutan terkelam
menuntunku masuk dan meninggalkank tersesat,
dan ku sadar dialah yang membuatku menginginkannya, lebih dari apapun,
ku teringat stiap kecpan hangat yang terjadi,
ku teringat stiap pelukan pada tubuh ini
namun skarang
ku tak mengenal jiwa itu,
ku tak mengenal dia lagi,
dia yang dulu bagai padang bunga cinta di musim semi
kembali dengan stiap duri
smakin ku berusaha dekat dengannya smakin hati ini terluka tak terobati
smakin ku berusaha menggengamnya
duri itu smakin menusuk sampai kedalam urat nadi
ingin ku singkirkan stiap duri itu,
menghabiskan senja merah hanya bersamanya
ingin ku buang smua duri itu,
agar ku bisa memeluknya lagi
ingin ku hapus smua duri itu
agar luka dihati tak terasa lagi
namun skarang,
kemana harumnya
kemana stiap perhatian yang dulu pernah ada
kemana jiwa yang membuatku slalu merindukannya
dia yang telah pergi,
kusadari aku kini terus terbang sampai akhir dari tepi hati
dan skarang ku sadari bahwa musim tlah berganti
dia yang telah pergi bersama mimpi dan stiap kenangan yang pernah terjadi
sesaat hening hanya nafas tersengal-sengal berusaha menutupi pedih stelah puisi panjang ini ku tulis, dan aku hanya bisa berkata, aku tetap disini, meski waktu tak membalas.
keep smiling whenever its very hard to do,
^_^
Dia yang selalu kucinta 1. kencan pertama
- Label: #diayangselalukucintai - 0 Comments
